Japan Times melakukan interview dengan Takahashi Ai, Niigaki Risa, Linlin, dan manager mereka (Nishikata Kouichi). Berikut hasil terjemahan interview dan artikel-nya.
Morning Musume Belum Siap Untuk “Graduate”
Tiga member dari grup musik pop fenomena Jepang (dan para managernya) bersikeras mereka (Morning Musume) jauh dari hitungan.
Kebanyakan artis mengimpikan mengenai panjang umur, tetapi hanya sedikit yang mampu bertahan di mata publik. Paradoks dari grup semua wanita Morning Musume, 12 tahun sejak mereka mulai, adalah batas waktu yang dihadapi setiap anggotanya agar grup tersebut tetap awet muda selamanya.
grup morning musume yang telah mencapai Generasi ke delapan , dengan 9 anggota, merupakan yang terpanjang selama ini akan merayakan ulang tahunnya yang ke 2 pada bulan ini. Akan tetapi, selama di bawah bimbingan dari produser Tsunku, “Graduation” tampaknya tidak pernah jauh.
Morning Musume dimulai dengan kondisi yang menguntungkan pada tahun 1997. Acara pagi TV tokyo yang bernama “Asayan” mengadakan sebuah acara di mana sebuah kontes diadakan untuk mencari penyanyi wanita solo untuk Tsunku yang ketika itu merupakan anggota dari grup pop-rock Sharan Q.
Buruknya performa sang pemenang, Michiyo Heike, membuat Tsunku untuk menantang 5 orang runner up untuk menjual 50000 copy pada indie single perdana mereka, “Ai no Tane” (“Seeds of Love”), dalam waktu 5 hari. Kelima wanita tersebut mencoba untuk memenangkan tantangan tersebut dengan menarik hati masyarakat yang dilakukan dengan cara menanyakan orang-orang di jalan, keluarga dan teman untuk membantu mereka.
Akhirnya Sukses tersebut mampu diraih di hari ke 4, mereka berhasil memenangkan perjanjian dengan Tsunku sebagai produser dari debut mereka, dan single “Morning Cofee” berhasil mencapai rating no. 6. Tetapi, penambahan 3 anggota grup tersebut untuk single ke 2 yang memulai tradisi “Generations” dan sebuah fenomena yang dikenal dengan Hello! Project, sebuah grup yang terdiri dari grup wanita yang mengalami perputaran anggota, merupakan keputusan Tsunku.
Di sofa sebuah cafe di pusat Tokyo, terdapat 3 orang yang berhasrat besar duduk bersama-sama adalah “grup leader” Ai Takahashi, umur 22, “subleader” Risa Niigaki, umur 20, dan salah satu anggota yang berasal dari Cina , Linlin, umur 17. Seseorang mungkin saja berpikir bahwa anggota-anggota dari perusahaan jepang ini akan melarikan diri, tetapi mereka tidak menunjukkan akan melakukan hal tersebut.
“Kami mendapatkan liburan untuk musim dingin, musim panas dan tahun baru masing-masing 5 hari, walaupun itu tergantung pada situasi”, dijelaskan Niigaki.
Dengan percaya diri, Takahashi mengatakan, “Saya pergi ke New York! Saya melihat Blue Man Group dan Broadway Musicals seperti ‘Phantom of the Opera‘, ‘The Producers‘, dan ‘Chicago‘ !”.
Musik dari Morning Musume sangat jarang mengalami perubahan, mungkin tidak membingungkan dikarenakan hanya 1 orang saja yang memproduksi setiap lagu tersebut. Produksi yang dimotivasi oleh Keyboard dapat menjadi contoh yang tepat mengapa non japanese membenci J-pop, tetapi Hit no 1 seperti “Happy Summer Wedding” (2000) dan “As For One Day“(2003) yang catchy membuat grup ini menuai banyak kritik yang keras. Takahashi dan Niigaki merupakan anggota terlama yang menjadi bagian dari grup ini selama ini, dua-duanya bergabung pada tahun 2001 sebagai bagian dari generasi ke 5.
“Pada kasus saya,” dikatakan Takahashi, “Sejak saya kecil, saya memang suka bernyanyi di depan banyak orang. Jadi, ketika saya melihat Morning Musume, Saya ingin bergabung dengan mereka. Tetapi lebih dari itu, saya memang ingin menjadi penyanyi!”.
Linlin (nama asli Qian Lin), berasal dari HangZhou, China, memiliki pengalaman masuk yang sangat berbeda, ketika manajemen dari grup tersebut ingin ekspansi ke luar perbatasan.
“Pertama, saya menyukai Anime Jepang dan saya juga mencintai musik Jepang,” katanya. “Jadi saya merasa sangat beruntung untuk mendapat undangan dari Jepang untuk bergabung dengan Morning Musume.
Dimulai sebagai pembawa acara TV dan aktris drama di Cina, dia direkomendasikan kepada Tsunku oleh temannya. “Dana saya datang ke Jepang untuk bergabung dengan Hello! Project Egg!” katanya.
“Hello! Project Egg merupakan sebuah pusat latihan untuk calon bintang pop, di sana mereka berlatih bernyanyi dan menari”, dijelaska Takahashi. “Linlin menjadi bagian dari kami dari sana dan yang lain bergabung dengan grup yang lain.”
Grup yang lain, seperti Tanpopo, Mini moni dan Happy 7, biasanya proyek sampingan yang menampilkan kombinasi dari anggota lama dan baru Morning Musume dan anggota Hello! Project yang lain. Kebanyakan hanya bertahan untuk satu atau dua single, tetapi semua diproduksi oleh 1 orang: yang mempunyai kontrol adalah Tsunku.
“Dia yang memutuskan semua” dijelaskan oleh Kouichi Nishikata, manager dari grup ini sejak September 2008. “Biasanya seorang artis diatur oleh manajemen mereka, tetapi grup ini dibentuk oleh produsernya. Sebuah kasus yang langka.”
Nishikata mengatakan,”Menurut saya, grup ini tidak akan bertahan tanpa dia. Tsunku benar-benar memproduksi lagu, konsep, kostum, makeup, liveshow, design cd sleeve – tinggal anda sebutkan! Saya kira ada bagian sendiri untuk melakukan hal tersebut.”
“Baru-baru saja, lagu yang diberikan Tsunku pada kami lebih dewasa dan kesepian,” kata Niigaki.
Ketika ditanya bagaimana mereka akan berbeda bila mereka memiliki kontrol, Niigaki menjawab: “Jika saya dapat menulis sebuah lagu, saya akan menulis lagu yang lucu dan gembira.”
“Sesuatu yang keren. Lagu yang dapat dibuat untuk menari!” kata Takahashi. “Seperti Destiny’s Child.”
Menunjukkan kepribadian mereka yang berbeda-beda, Linlin yang bersemangat menyarankan “Musik rock! Sebuah lagu yang gila! Dan liriknya akan ditulis dalam bahasa Cina, Jepang dan Inggris!”
Baru-baru ini, Morning Musume mengalami penurunan perlahan dalam hal penjualan, dan pergantian anggota grup tersebut telah mengeluarkan efek negatif seperti hanya sebagian kecil dari konsumer yang mengenali anggotanya secara individual. Akan tetapi, kepribadian dari setiap anggota sangatlah menonjol, dan sangat jelas bahwa manajemen sangat antusias untuk menggunakan kemampuan individual mereka untuk melawan penurunan tersebut.
“Setiap anggota harus dikenal sebagai bagian dari Morning Musume di saat puncaknya,” kata Nishikata. “Biasanya seperti itu. Morning Musume itu terkenal, tetapi juga Natsumi Abe (anggota pertama) juga terkenal (dengan caranya sendiri). Tetapi tidak ada lagi yang mengetahui siapa yang ada di Morning Musume.”
Pemaksaan “Graduation” setiap anggota ketika mereka dianggap terlalu tua atau dewasa, atau diperlukan muka yang baru, adalah titik di mana mereka sudah cukup membangun diri mereka untuk berdiri sendiri. Tetapi, Kepastian dari pemberhentian dini dari grup adalah sesuatu yang dianggap sebagai pembatas.
“Saya tidak dapat membayangkan kelulusan saya sama sekali,” kata Niigaki sebelum mengaku, “Saya baru saja memikirkannya bahwa saya adalah salah satu anggota terlama, tetapi ketika saya pertama kali bergabung, tidak pernah! Saya hanya memikirkan tentang bagaimana caranya untuk menandingi anggota yang lain.”
“Saya sangat ingin memastikan bahwa masing-masing dari mereka akan melanjutkan pekerjaan setelah kelulusan mereka,” kata Nishikata. “Selama ini kami hanya mempromosikan mereka sebagai sebuah grup, tetapi mulai sekarang, kami ingin mempromosikan mereka satu per satu, jadi saya harap mereka dapat melakukan pekerjaan individu yang lebih banyak setelah musim panas ini.”
Kemauan Takahashi untuk menjawab secara cepat dan berwenang, didukung oleh pendekatan yang diperhitungkan dari Niigaki, tercermin dalam peran kakak yang lebih tua sebagai pemimpin dan wakilnya. Secara nyata, mereka mengakui bahwa status ini memberikan tugas tambahan.
“Kami biasanya membentuk sebuah lingkaran atau yang lain. Dan kemudian kami berteriak untuk memberi semangat pada diri, seperti, ‘Ganbatte-ikemasu!’ (‘Mari melakukan yang terbaik!’)” kata Takahashi.
Niigaki melanjutkan, “Tidak ada yang harus saya lakukan sebagai wakil, tetapi saya ingin membantu Ai ketika dia mendapat masalah. Jadi saya tidak ada tekanan!”
Sementara itu, Anggota yang lain juga tampaknya sangat berbeda dengan Takahashi, Niigaki dan Linlin.
“Yang paling nakal adalah Mitsy (Aika Mitsui, umur 16). Dia tidak mengijinkan kami tidur di pesawat!” diberitahu Niigaki. “Yang paling lucu adalah Koharu Kusumi (16)”, satu-satunya anggota yang dipilih di audisi untuk generasi ke 7. “Jadi, nama panggilan-nya “Miracle Koharu” (LOL). Lalu Eri Kamei (20), adalah anggota yang paling berantakan. Dia tidak dapat meletakkan barang secara teratur!”(LOL)
Walaupun menghabiskan banyak waktu bersama, mereka mengakui bahwa bahkan di waktu luang mereka, mereka jarang terpisah. Mereka rendah hati walaupun pada topik konflik tersembunyi yang tidak dapat dielakkan dalam grup.
“Kami selalu berunding untuk sebuah masalah bersama-sama,” kata Niigaki.
“Biasanya salah satu dari staff menganjurkan kami untuk merundingkan sebuah masalah,” tambah Takahashi. “Kami baik-baik saja!”
Pada awal Morning Musume, grup ini memiliki fan base yang sangat bermacam-macam, menarik gadis muda, laki-laki, dan orang tua. Tetapi alasan yang mungkin untuk penurunan mereka baru-baru ini dapat disebabkan oleh resurgent otaku (fans yang obsesif). Pada acara Hello! Project baru-baru ini di depan sekitar 14000 orang di Yokohama Arena, Hampir tidak ada seorang wanita pun yang dapat dilihat diantara kerumunan pria yang loyal dan bersemangat.
Pada April 2004, rekaman suara belakang panggung merekam Rika Ishikawa, anggota pada saat itu berkata: ” Lihatlah mereka. orang dewasa berteriak seperti itu! Saya tidak dapet percaya. Sangat bodoh!” Walaupun skandal seperti ini jarang di kehidupan Musume, berdiri di depan supporter yang sangat bersemangat jelas mempengaruhi yang lain.
“Saya telah melakukan ini selama delapan tahun tetapi saya masih gelisah seperti pertama kali,” kata Takahashi.
“Saya agak gelisah,” kata Niigaki, “Tetapi saya sangat mencintai pertunjukkan live, dan dapat melihat wajah senang dari para fans.”
Sementara itu, Linlin mendapati “terlalu menyenangkan untuk tetap gelisah!”
“Para fans sangat mengetahui tentang kami,” sambung Niigaki,”dan mereka dapat melakukan semua gerakan tarian kami secara sempurna pada pertunjukkan live!” Walaupun begtiu, semua anggotanya mengakui bahwa mereka dapat berjalan secara tenang di jalan tanpa menggunakan samaran.
Sebaliknya, “terdapat banyak fans wanita di China dan Korea,” kata Takahashi. “Jadi kami dapat mendengar fans berteriak pada suara yang tinggi, bukan suara rendah yang biasa (otaku)!”
“Orang cina sering bertepuk tangan dan kami senang melihat mereka melambaikan light sticks,” kata Linlin. “Anda tidak dapat melihat tepuk tangannya, tetapi anda bisa melihat cahayanya!”
Morning Musume pergi ke Cina merupakan langkah yang benar untuk grup tersebut. Tetapi, semua tidak berjalan sesuai rencana.
“Percobaan untuk meluncurkan Morning Musume ke Cina berjalan tidak sempurna,” aku Nishikata. “CDs tidak terjual dengan baik, karena mereka langsung dibajak. Dua tahun lalu ketika Linlin dan Junjun(22) bergabung, kami mencoba untuk mendorong mereka ke Cina, tetapi tidaklah berjalan dengan sempurna. Kami masih mencoba mencari cara.”
Generasi masa depan dari Morning Musume merupakan sesuatu yang Nishikata bekerja dengan keras untuk diamankan. Dan pergi ke barat merupakan sesuatu yang mungkin.
“Di Eropa dan di Amerika, terdapat banyak fans dari Morning Musume dan Idol jepang, terima kasih pada internet,” kata Nishikata. “Kami diundang ke sebuah acara di L.A. bernama A.X. (Anime Expo) sebagai tamu Juli ini. Di sana sudah terdapat banyak fans dari animasi jepang (Di Amerika), Jadi mugkin saja lebih mudah untuk masuk lewat itu.”
Tanpa perduli ke mana mereka akan pergi selanjutnya, yang mengtahuinya adalah Morning Musume, konsepnya, pasti tanpa ragu akan berlanjut bertahan dengan anggotanya.
Album ke-9 dari Morning Musume, “Platinum 9 Disc” akan keluar pada tanggl 18 Maret.
Referensi :



Recent Comments