Terjemahan Majalah De☆View : Mitsui Aika

Berikut ini adalah terjemahan artikel wawancara Mitsui Aika dengan majalah De☆View, 29 Mei 2009.

Q. Bagaimana kamu bisa ikutan audisi Morning Musume?
Aika : Ibuku membeli majalah De☆View dan ketika kami baca, artikel audisi Morning Musume bersinar terang ☆ dihadapan kami (lol). Ibuku berkata “Ayo dicoba”. “Ibu harap akan jadi kenangan baik buatmu” dia menambahkan. Sejak aku tertarik pada dunia entertainmen bahkan sebelum itu, Aku udah ikut audisi lainnya yang ibu sarankan padaku juga. Publikasi De☆View bener-bener menolongku (lol)

Q. Kamu ingat saat kamu mengikuti audisi Morning Musume?
Aika : Alu merasa grogi. Karena setelah aku mendaftar, aku bener-bener ingin lulus. Selama wawancara, juri bertanya kepadaku pertanyaan2 yang sulit seperti “Mana yang kamu pilih? gabung Morning Musume atau debut solo?”. Aku nggak pintar menjawab pertanyaan semacam itu. Juga, kami menjalani kamp latihan. Kami berlatih menari tapi guru tarinya menakutkan…

Q. Selama penilaian pertunjukan, cara apa yang kau lakukan agar tampak menonjol daripada yang lain?
Aika : Aku nggak melakukan cara khusus, Aku hanya melakukannya dengan energik. Setelah itu, Tsunku♂-san bilang kalu aku berwajah lemas (malas/ga semangat .red). Waktu itu, Morning Musume nggak punya karakter semacam itu. Setelah dibilangin begitu, aku merasa “Itu bagus. Aku hanya perlu terus jadi diriku sendiri”

Q. Setelah sukses bergabung dengan Morning Musume aku yakin ada banyak hal yang diingat dan menyusahkan…。
Aika : Itu benar. Tahun pertama setelah bergabung Morning Musume berlalu dengan cepat. 1 tahun berlalu dalam sekejap mata. Aku merasa makin kerasan (betah .red) akhir-akhir ini dan hidupku jadi makin berarti.

Q. Apa sih hal yang mengubahmu?
Aika : Kemungkinan lagu solo pertamaku, “Watashi no Miryoku ni Kizukanai Donkan na Hito” (Dari album : Platinum 9 DISC). Aku sungguh senang punya lagu solo tapi pada saat yang sama, Ada rasa khawatir seperti “Apa aku bisa menyanyikannya dengan baik?”. ketika aku menyanyikan lagu itu dalam pertunjukan, aku akan benar-benar merasa gugup. Awalnya waktu aku menyanyikan lagu ini, aku sering mengacaukan pitch-nya tapi akhir-akhir ini, Aku dikasi saran seperti “Kenapa tidak coba menyanyikannya dengan cara ini” untuk menyanyikan lagu ini ke tingkat yang lebih baik. Aku juga mulai bertanya pada diri sendiri hal-hal seperti “Kalau aku menyanyikannya dengan cara ini disini, akankah lagunya terdengar lebih bagus?” dan dari situ, aku rasa aku telah tambah dewasa sedikit daripada sebelumnya.

Sumber :
- http://www.deview.co.jp

Comments are closed.