Shirou’s Open-Mind-Fields : Edisi Juli 2009

Hampir 7 dasawarsa yang lalu Jepang menginvasi Asia, dari Timur sampai Tenggara. Kini, bukan lagi angkatan bersenjata mereka yang menyerbu. Tapi Hello! Project lah yang melakukannya. Mengatas-namakan ‘Wajah yang lebih Asia’, fenomena ini bolehlah sedikit kita simak dari tulisan berikut.

Gelombang Baru

Hal-hal yang baru dari Hello! Project selalu menarik minat penulis untuk diikuti. Bukan hanya idol-idol baru yang menggantikan kejayaan idol-idol lamanya. Akan tetapi juga gebrakan-gebrakan yang dilakukan oleh big boss Tsunku. Upaya-upaya yang dilakukannya untuk ikut meramaikan industri musik secara regional dalam lingkaran benua. Setelah sukses -meski sebelumnya menuai badai kritik- dengan lebih meng-Asia-kan Morning Musume dengan memasukkan Jun Jun dan Lin Lin. Tsunku lalu bergerak menorobos Taiwan melalui satu program audisinya yang hasil kerjasama dengan salah satu jaringan tv nasionalnya.

Ice Cream Musume bisa disebut menjadi tonggak awal dimulainya ekspansi Hello! Project ke kawasan asia lain yang selama ini hanya dikenal sebagai konsumer potensial dan mengubahnya untuk juga menjadi bagian langsung dari produksi konsumerismenya. Keuntungan yang bisa diraih dari artis-artis lintas negara ini adalah perluasan fanbase H!P, hal ini akan makin memudahkan fans untuk mendapatkan ‘barang belanjaan rutin’-nya di negara masing-masing secara legal dan tidak perlu mengimpornya dari jepang. Demikian pula sebaliknya, fans katakanlah Ice CreaMusume di jepang juga bisa mendapatkan produk rilisannya dengan cepat dan mudah tanpa harus mengimpornya.

Terlepas dari unsur bisnis, kehadiran wajah-wajah idol asia non-jepang di jajaran artis binaan Hello! Project. Seolah membuyarkan stigma J-Pop, K-Pop, dan C-Pop hanya bisa dinikmati di negara-negara pemilik bahasa aslinya. Meskipun bagi penggila JPop, KPop dan CPop yang berasal dari belahan dunia lain seperti katakanlah benua eropa, bukanlah hal yang baru. Salah satu apresiasi langsung yang dilakukan Tsunku dalam menyikapi keragaman latar budaya dan bahasa di H!P diwujudkan dalam lagu ‘Ame no Furanai …’ Lagu balada yang indah ini menyelipkan beberapa frasa berbahasa China di dalam liriknya. Bukan kebetulan ketika lagu ini dibawa ke Taiwan dan liriknya ditranslasi ke dalam bahasa China dibawakan cukup elok oleh Ice CreaMusume dan dibuatkan pula PVnya. Sedikit apresiasi dari penulis mengenai PV ini. Beberapa adegan di PV Ice CreaMusume ini mengingatkan pada penontonnya tentang awal karir Morning Musume yang ‘dipaksa’ ikut lomba lari marathon beranting yang sebenar-benarnya di film ‘Pinch Runner’.

Kembali ke masalah gelombang baru yang ditawarkan oleh H!P kepada fans kawasan regional asia-nya. Baru-baru terpilih sesosok cewek Korea hasil audisi yang ‘ruar biasa’ ketat dan melelahkan, yang diselenggarakan oleh H!P dalam audisi anggota terbarunya untuk unit H!P di Korea Selatan. Chan Dayun atau Jang Dayun terpilih sebagai satu-satunya peserta yang lulus kualifikasi. Sekali lagi penulis agak terkejut dengan hasil akhir audisi ini. Hanya seorang? Ya, hanya seorang yang dinyatakan berhasil lolos dan lulus audisi. Namun setelah mengingat-ingat kejadian audisi beberapa member Morning Musume dan H!P di waktu-waktu yang lalu, penulis jadi mahfum.

Tentu masih lekat di ingatan kita akan serentetan ‘anomali’ yang justru menciptakan prestasi dalam sejarah H!P. Berikut adalah beberpa artis yang bagi penulis adalah serangkaian ‘anomali’ dalam maksud yang bagus tentunya xD :
- Miki Fujimoto (audisi untuk 4th Gen tapi malah dijadikan solois setahun kemudian, meski akhirnya dimasukkan ke Morning Musume sebagai 6th Gen dan berujung jadi solois lagi seperti sekarang ini),
- Yuu Kikkawa (ikut audisi 8th Gen Morning Musume, meski gagal audisi namun akhirnya tetap ditarik ke H!P Egg, dan kini sudah mulai memiliki fanbase cukup banyak mengingat ia juga tergabung dalam unit MilkyWay ber-trio bersama Kusumi Koharu dan Sayaka Kitahara, sudah cukup sering tampil di program variety show televisi untuk kalangan pemirsa anak-anak di ‘Ohastar’ baik bersama MilkyWay maupun hanya tampil berdua dengan Sayaka),
- Konno Asami (satu-satunya member Momusu yang dipilih oleh Tsunku bukan berdasarkan akumulasi nilai seperti yang diberikan oleh staff juri, tapi lebih kepada insting yang dimiliki Tsunku akan sosok Konno dan semangat yang dimilikinya),
- Mano Erina (memulai dari H!P Egg, mulai mengkilap setelah ikut dalam Ongaku Gatas, kini makin bersinar setelah resmi menjadi satu-satunya artis solois sekaligus pianis di H!P),
- Mari Yaguchi (2nd Gen Momusu ini bisa jadi satu-satunya member H!P yang jam terbangnya di dunia acara variety show paling banyak, The Queen of Variety/Quiz Show, meski resign dari Morning Musume prestasi dan popularitasnya justru tidak meredup malah cenderung makin berkibar)

Mungkin masih ada banyak nama lain yang patut dimasukan, hanya saja yang terlintas di benak penulis saat tulisan ini dikerjakan hanya itu, mohon maaf kalau ada yang terlewat .. silakan kasih inputnya di box comment yang sudah disediakan. ^^

Sebagai penutup, penulis berharap kelak akan ada ‘keajaiban’ dari seorang Jang Dayun sebagai satu-satunya perwakilan dan anggota H!P Korea -untuk saat ini- setelah mendapat gemblengan di pusatnya. Selain tuntutan beban yang lumayan besar karena membawa nama negara seorang diri, Chan Dayun merupakan sosok ‘root’ yang kelak dijadikan panutan oleh member-member H!P Korea selanjutnya. Sukses untuk Dayun yang ikut menjadi ‘Gelombang Baru’ deretan idol/artis Hello! Project. Semoga kelak bakal ada satu lagu baru dengan trilingual bahasa di list lagu baru H!P yang bisa jadi ‘a new anthem’ di konser-konser besarnya.

2 Responses

  • Karena masa lalu zaman perang, ada semacam gerutu terpendam yang menyelimuti rakyat Jepang dan China. Bisa dilihat mulai dari kasus buku sejarah yang kontroversial sampai robot termutakhir China yang diejek dan diparodi habis-habisan oleh orang-orang Jepang di internet.

    Ada yang bilang bahwa memasukkan Junjun dan Linlin ke Momusu merupakan agenda rahasia Tsunku untuk mencairkan hubungan Jepang-China lewat dunia musik. Entah pendapat ini benar atau tidak, tapi memang kalau dilihat dari sisi tersebut ide di dunia musik ini sedikit banyak pasti akan berkontribusi dalam mewujudkan dunia yang lebih damai dan akur. Mungkin tembok psikologis tak tampak antara orang Jepang dan China yang selama berpuluh-puluh tahun tidak bisa didobrak lewat jalur politik, akan melunak sedikit-demi sedikit melalui tembang-tembang indah lintas negara.

    Bisa dilihat bahwa pada awalnya ada reaksi cukup keras dari fans Jepang karena grup mereka telah disisipi elemen asing. Tapi seiring waktu, mereka belajar untuk mencintai idol dari negara tetangga tersebut, dan kalau kita sudah cinta orangnya, mungkin akan lebih susah untuk membenci negaranya semata-mata hanya karena masa lalu yang telah lama lewat…

  • saat ini dimata Tsunku, Hello! Project bukan sebatas Jepang, tapi Asia! Bagaimana dengan dunia? di AX’09 Tsunku secara halus menolak audisi US. Yang saya bicarakan ini bukan market/pasar tapi formasi, saya rasa Tsunku ingin tetap mempertahankan cita rasa Asia Timur pada Hello! Project sedang dilain sisi memperluas pangsa pasarnya di Amerika (AX’09) dan Eropa (wacana Buono! @ Stockholm).