Juli sudah berlalu, gegap gempita Morning Musume diranah Amerika meninggalkan euforia dan kenangan indah. Tapi disamping itu, bagi fans para juniornya justru berkebalikan kisah, kehilangan seorang C-ute secara kontroversial disusul rencana kepergian koleganya. Sambil mendukung karya-karya mereka (Take It Easy!, EVERYDAY Zekkouchou!), sejenak kan kita tengok yang satu ini.
The Kids are Alright
Tidak ada maksud mau meminjam judul lagu lamanya band punk rock Offspring. Tapi nampaknya judul yg dipilih kali ini mudah-mudahan bisa sedikit memberi gambaran topik yang akan diangkat.
Kids atau kalau masih bingung ‘Kids’ yang mana yang penulis maksud, tidak lain dari Hello! Project Kids. Unit kecil yang beranggotakan hanya 15 orang yang mengawali popularitasnya lewat audisi untuk tampil di 2 film layar lebar yang dibintangi oleh seluruh member Morning Musume pada tahun 2002. Yakni film berjudul ‘Koinu Dan Monogatari’ dan ‘Mini Moni Ja Movie – Okashina no Daiboken’. Unit yang semula ditujukan sebagai ‘pendukung’ kesuksesan 2 film tersebut, pada perkembangannya malah dibuatkan unit yang diawali oleh ’4Kids’, ‘ZYX’ lalu ‘Aa!’ berturut-turut kemudian Sexy Otona Jan hingga berkembang menjadi 2 unit yang stabil yaitu ‘Berryz Kobo’ dan ‘C-ute’ plus shuffle dari 2 unit stabil tadi yakni ‘Buono!’.
Ke-15 gadis belia ini pertama tampil di hadapan publik melalui program tv reguler Hello! Morning pada 30 Juni 2002. Pada tanggal ini Hello! Morning Spesial menayangkan dokumentasi audisi H!P Kids. Dan seperti yang sudah kita ketahui ke-15 gadis belia ini terpilih setelah lulus audisi dari 27.958 pendaftar. Meski masih belia ke-15 gadis terus mendapatkan gemblengan dari H!P untuk diorbitkan, meski langkah awal mereka sebagian hanya difungsikan menjadi ‘backdancer’. Namun pengalaman yang mereka dapat selama menjadi ‘backdancer’ dapat menunjang dan mengasah pengalaman mereka untuk tampil di hadapan publik. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pelan namun pasti popularitas mereka menanjak selepas era 2 film yang mereka bintangi sebelumnya.
Gebrakan pertama yang dilakukan oleh H!P dalam mengangkat popularitas Kids tentu dengan pembentukan unit ‘Berryz Kobo’ di tahun 2004. Unit yang beranggotakan 8 member Kids yaitu : Saki Shimizu (yang mendapat gelar ‘Captain’ karena jabatannya sebagai pemimpin Berryz Kobo), Momoko Tsugunaga, Chinami Tokunaga, Maasa Sudou, Maiha Ishimura, Miyabi Natsuyaki, Yurina Kumai dan Risako Sugaya. Sementara 7 member Kids lainnya disatukan dalam unit C-ute pada 11 Juni 2005 dan beranggotakan Erika Umeda, Maimi Yajima (bertindak sebagai Leader), Megumi Murakami, Saki Nakajima, Airi Suzuki, Chisato Okai, dan Mai Hagiwara. Unit ini hanya bertahan dengan jumlah 7 orang hingga akhir 2005, karena pada 2 Januari 2006 salah satu member H!P Eggs yaitu Kanna Arihara dijadikan member ke-8. Boleh jadi agar ke-2 unit Kids ini memiliki jumlah anggota yang seimbang.
Tak ada gading yang tak retak. Demikian pula dengan ke dua unit yang masa depannya sungguh menjanjikan ini. Dalam perjalanan karirnya tercatat Berryz Kobo-lah yang pertama kali mengalami ‘kehilangan’ satu membernya. Maiha Ishimura mengundurkan diri dari dunia entertainmen secara total pada 2 Oktober 2005 untuk lebih berkonsentrasi pada pendidikannya. Sebuah keputusan yang hingga sekarang tidak sedikit fans dari Berryz Kobo menyayangkannya -meski tetap mendukung pilihan yang diambil Maiha dalam menentukan masa depannya-. Dan Maiha pun kini tampaknya menikmati kehidupannya sebagai gadis remaja yang menjalani kehidupan sehari-harinya jauh dari segala publisitas.
Sayang sekali, untuk unit C-ute tampaknya justru publisitaslah yang menjadi ‘pisau bermata dua’ bagi kemajuan unit ini. Bermula dari beredarnya foto-foto hasil ulah usil wota yang menguntit kehidupan pribadinya di internet. Kejadian yang tak pelak memicu kegusaran seorang Megumi dalam menjalani kehidupan privasinya sebagai abg normal. Buntut dari kejadian ini sungguh menyedihkan, dengan mundurnya Megumi dari C-ute di saat justru unit ini baru saja merilis album perdananya dan sedang gencar mempromosikannya.
Terganggunya kehidupan pribadi dari member-member baik Berryz Kobo maupun C-ute, justru malah memancing banyak pihak tak bertanggungjawab lainnya untuk terus menguntit dan mengoreknya lebih dalam serta kerapkali terlihat ‘ekstrim’. Entahlah untuk tujuan apa sesungguhnya ‘pihak-pihak tak bertanggungjawab’ ini melakukannya. Bisa disebutkan diantaranya mengenai rekaman video hasil stalker dari salah satu member Berryz yang –lagi – disebarkan secara membabi-buta di internet. Dan penulis menduga sengaja disebarkan justru bertepatan dengan event fanclub yang akan digelar dan perilisan single terbaru Berryz saat itu ‘Yuke Yuke Monkey Dance’.
Masih belum puas dengan mengusili 2 member H!P Kids tadi, para stalker ini akhirnya nekat menjual ‘karya tak terpuji’ mereka ke majalah gossip. Adalah Kanna yang kali ini menjadi sasaran. Foto-foto saat ia tengah menjalani kehidupan normalnya sebagai seorang gadis abg diekspos secara berlebihan di sebuah majalah gossip. Hal yang semula tidak mendapat tanggapan baik dari pihak manajemen H!P maupun UFA sebagai wadah resmi yang membuat press release dari artis-artis binaannya. Akhirnya malah berujung pada antiklimaks dengan kejadian ‘tidak akan ditampilkannya’ lagi Kanna selepas single Forever Love dan album ke-4 Akogare My Star.
Lebih dari 5 bulan fans C-ute dibuat bertanya-tanya dengan absennya Kanna yang sebelumnya hanya diberitakan menderita bunion dan harus menjalani perawatan hingga sembuh. Namun 2 single yang dirilis justru malah makin membuat fans C-ute semakin skeptis dan mempertanyakan logika mengenai kesembuhan penyakit yang diderita oleh Kanna. Belum lagi salah satu single dari C-ute yang dirilis tanpa mengikutsertakan Kanna diberi judul ‘Bye-Bye-Bye’. Seolah memberi firasat ini adalah single perpisahan yang dipersembahkan oleh C-ute sebagai ‘hadiah perpisahan’ dari perjalanan karir Kanna?
Meski tidak secara eksplisit dijelaskan di dalam press release yang dikeluarkan oleh H!P dan UFA pada bulan Juli 2009. Jelaslah bahwa Kanna mulai saat itu sudah tidak menjadi bagian dari C-ute maupun H!P dan UFA. Kembali fans H!P kecewa akan kejadian seperti ini. Tercabutnya artis yang memiliki talenta dari sebuah agensi jelas mengurangi respek fans dari artis tersebut terhadap agensi yang menaunginya. Apalagi jika tidak disertai klarifikasi secara terbuka dari artis yang bersangkutan mengenai kepergiannya dari dunia yang selama ini membesarkan nama (baca : popularitas) dan karirnya.
Belum usai keterkejutan akan perihal Kanna, kembali unit C-ute mendapatkan ‘cobaan’ baru. Member tersenior -secara usia- dari C-ute dan H!P Kids, Erika Umeda, melalui situs resmi H!P mengumumkan kelulusannya. Entahlah, sebenarnya ini termasuk berita gembira atau berita sedih. mengingat pengumumannya dirilis tidak lama setelah ‘insiden’ kepergian Kanna dari C-ute dan H!P. Akan tetapi setelah mencoba memahami alasan kelulusan Ume-san rasanya akan sangat salah apabila fans menanggapinya dengan komentar yang negatif. Sebab Ume-san lulus untuk mengejar cita-citanya yang -bisa jadi- apabila berjalan beriringan dengan karirnya di C-ute, justru akan merugikan karirnya sendiri. Penulis berharap semoga di penghujung kiprahnya di C-ute Ume-san akan mendapatkan kenangan yang indah akan ‘kebersamaan’ dengan teman-temannya baik di unit C-ute maupun dengan unit-unit H!P lainnya.
Apakah ini menjadi pertanda bahwa kegemilangan H!P Kids yang diperoleh dengan susah payah akan berakhir? Biarlah pertanyaan semacam ini tertiup angin tanpa harus diberi jawaban. Karena berapapun jumlah member yang tergabung dalam setiap unit yang beranggotakan H!P Kids tidak akan berhenti hanya karena ‘riak kecil’ dan ‘gelombang besar’. Semua fans H!P Kids tentunya mahfum akan daya juang mereka. So … The Kids are Alright.

standing applause for Shiroukamei. saya salut dengan isi hati & pikiran pribadi Shiroukamei. Benar2 sangat menggugah hati para pembaca. Terima kasih
Bener2 artikel yang dalam. Dan kalau dipikir2 memang benar, fans H!P kids gak bakal kemana2. meskipun banyak juga fans member yang keluar atau akan keluar, tapi kids pasti bisa survive.