Wawancara : Yaguchi Mari

Yaguchi Mari diwawancarai oleh Yomiuri Online mengenai cintanya terhadap dunia game, yang sebagian besar adalah RPG.


Yaguchi berbicara tentang game-game favoritnya, menunjukkan kepada perempuan bagaimana caranya memegang controller dengan benar, dan banyak lagi.

- Kapan kamu pertama tertarik dengan game?

Aku pertama tertarik dengan game saat kelas dua, dan aku mendapatkan Famicom sebagai hadiah Natal. Tapi aku tidak punya game apapun, jadi aku meminjam game seperti “Super Mario”, “TwinBee”, dan “Dragon Quest”. Game favoritku adalah serial “Dragon Quest”. Aku sudah menyelesaikan (seri ke) 5, 8, dan yang terbaru untuk (Nintendo) DS, 9. Aku telah mengalahkan boss terakhir, aku telah memainkan mode multiplayernya, dan aku sudah naik kereta ke semua pulau.

- Apakah kamu memainkan game yang kamu suka dengan seksama?

Aku sangat suka untuk “masuk” ke dalamnya. Jadi, saat aku dengar bahwa “Final Fantasy 10” mempunyai berbagai ending, aku terus memainkannya sampai melihat kesemua ending tersebut. Untuk “Dragon Quest 8”, aku mengadakan “Hari Level-Up”, dan terus bermain sampai aku mencapai level 99. Aku tidak bermain begitu lama saat aku masih kecil. Ini menjadi lebih buruk saat aku dewasa. Kamu dapat bangun sampai larut malam, jadi kupikir menjadi dewasa menjadikan aku semakin masuk ke dalam dunia game. Saat aku debut pertama kali, aku tidak punya waktu untuk game. Tetapi, sewaktu aku masih di Morning Musume, aku mulai kembali masuk ke dalamnya. Saat aku di rumah, aku berpikir mungkin aku harus bermain game.

- Bagaimana kamu meluangkan waktu untuk game ketika sibuk?

Ada waktu, ketika aku tidak tidur *tertawa*. Jika aku memulai pekerjaan terlambat di keesokan harinya, atau jika saat itu adalah malam ketika hari libur kerja. Aku terkadang menghabiskan seharian untuk bermain game.

- Kamu mungkin mempunyai banyak teman yang adalah gamers ya?

Aku mendapatkan banyak teman yang dapat kuajak bicara tentang game. Aku selalu bersemangat jika bertemu dengan seseorang yang baru dan kita dapat berbicara tentang Dragon Quest. Ada banyak fans Dragon Quest yang bersemangat. Saat kami mulai mengobrol, kami dapat berbagi informasi yang kami ketahui, dan mengobrol berjam-jam.

Baru-baru ini, aku bersenang-senang dengan bermain Dragon Quest 9 secara multiplayer dengan fansku. Aku mencoba game wireless dengan fans yang berkumpul di depan jendela kaca pada acara radioku. Ini berlangsung dengan hebat. Ketika kukatakan kalau aku akan melakukannya lagi, banyak orang yang datang dari tempat yang jauh. Tapi pada kesempatan yang kedua itu, aku lupa membawa DS ku. Aku minta maaf kita tidak bisa bermain bersama.

- Apa genre favoritmu?

Aku cinta RPG, karena aku bisa benar-benar masuk ke dalamnya. Juga, game-game ringan seperti “Mario Party” atau “Momotaro Dentetsu” yang dapat dimainkan semua orang sambil bersenang-senang. Juga “Animal Crossing” untuk DS dan golf untuk Wii. Aku memainkan banyak game. Di Playstation, juga. Aku memainkan game Warriors seperti “Samurai Warriors” dan “Dynasty Warriors: Gundam”, dan game action seperti “Yakuza”.

- Hampir semua genre?

Aku tidak bagus dalam bermain game olahraga seperti sepak bola atau baseball. Karena aku seorang wanita (lol). Dan aku juga tidak tahu peraturannya… Tapi aku suka melihat orang memainkannya. Menyenangkan melihat bagaimana nyatanya wajah pemain sekarang. Dan, aku juga tidak memainkan game love-simulation. Game tersebut tidak menyenangkan. Aku pernah mencoba yang dibuat untuk wanita, tapi seorang pria tampan muncul di layar dan mengatakan sesuatu yang buruk yang membuatku marah. “Mengapa dia harus berkata seperti itu?”

- Apakah kamu punya gaya bermain sendiri?

Aku tidak membaca petunjuk. Lebih seperti, “Aku akan menyalakannya dan entah bagaimana akan menyelesaikannya.” Aku hanya membaca petunjuknya jika aku terhadang oleh sesuatu yang tidak kumengerti. Aku pikir aku punya bakat dalam game. Jika aku memainkan game selama dua jam, aku kurang lebih akan bisa mengerti game itu.

Kebanyakan perempuan memegang controller dengan salah. Mereka memegangnya dekat dengan wajahnya. Jika kamu melakukannya seperti itu, hasilnya tidak akan bagus. Kamu tidak akan mendapatkan bagaimana cara bermain kalau begitu. Kamu sebaiknya membuat rileks bahumu, posisikan tangan keluar, dan lengkungkan sedikit lenganmu agar bagus (lihat gambar di bawah)

- Apakah kamu sering pergi ke game center?

Game center sangatlah bagus karena mempunyai keseimbangan bagus dengan berbagai jenis game di dalamnya. Saat aku di rumah tentu saja, dan saat di jalan menuju kerja, aku selalu berhenti di game center. Belakangan, aku mengikuti game card-based “Network Taizen Quiz Answer x Answer”. Aku sangat menyukai kuis. Aku juga suka menonton acara kuis, dan aku belajar banyak dari situ.

Dengan game kuis, kamu dapat bermain kuis kanji, membaca, sejarah, puzzle, semuanya melatih otakmu agar tidak menjadi lemah. Aku pikir sekolah dapat menggunakan manfaat dari game ini. Bersenang-senang selagi belajar membuat belajar lebih efektif. Aku pikir anak-anak akan menyerap pengetahuan lebih baik jika mereka menghabiskan waktu yang sama antara bermain game dengan belajar dalam lingkungan kelas yang sulit. Dan itu dapat membuat mereka ingin untuk belajar lebih. Jadi, aku pikir mungkin sekolah dapat membawa masuk barang-barang seperti DS atau PSP.

- Bagaimana dengan membuat gamemu sendiri?

Aku ingin membuat sebuah RPG. Sesuatu yang tidak terlalu sulit. Salah satu hal yang bagus di Dragon Quest adalah semua penjelasannya disajikan dalam huruf hiragana yang sederhana. Aku ingin membuat sebuah RPG yang sederhana dan mudah dimengerti yang dapat dinikmati anak-anak maupun dewasa. Sudah menjadi impianku untuk menghasilkan sebuah game suatu saat.

Comments are closed.