Reportase & Kisah Pendek Perjalanan Wota Indonesia di Japan Expo Europe di Paris-Prancis
Day 0 (Persiapan dan Prosesi Penyambutan)
-30 Juni 2010-
Setelah penerbangan yang luar biasa panjang, melelahkan, dan bikin tulang dan pikiran remuk redam. Akhirnya aku mendarat juga di Bandara Charles de Gaulle, Paris. Yeah, sampai juga di Paris! Bayangkan saja dari Houston mampir ke New Jersey, lantas melayang ke Frankfurt dan baru berakhir di Paris. Gara-gara rute penerbangan begini nih yang bikin semangatku hampir drop dan bikin kepala semaput.
Bisa dibilang inilah deraan jetlag yang cukup brutal yang baru kali ini kualami. Maklum, soalnya baru tanggal 27 Juni lalu sampai di Houston (sehabis mudik sebentar dari Indonesia), tanggal 29 Juni sudah harus terbang lagi ke Eropa. Membobol 3 time zone yang berbeda dalam 3 hari is nuts. Akan tetapi meski sebelum berangkat aku sudah dihadang segambreng hambatan dan yang membuatku merasa ada badai tengah berkecamuk di kepala.
Meski awalnya penulis merasa kesempatan persentase keberangkatan ke Prancis hanya 1%. Ini lantaran banyaknya hambatan yang menghadang. Mulai dari masalah pendanaan dan pembuatan visa yang luar biasa mahal kalau langsung bikin visa Prancis. Setelah putar otak dengan memakai visa Jerman dan cari tambahan dana kesana-kemari, akhirnya bisa berangkat juga. It’s ok … meski badan capek berat, tapi semangat untuk bertemu idol pujaan hati tetap membara.
Kembali ke soal perjalanan di Eropa. Sebelum sampai di Paris, -saat penulis berada di Frankfurt- sempat bertanya-tanya lewat sms tentang perkiraan kedatangan Morning Musume ke CDevil. Menurutnya Morning Musume akan masuk di terminal 2F jam 04:00 sore. Inilah hal yang membuatku cukup khawatir dan kalang-kabut. Sebab pesawat yang kunaiki baru mendarat jam 03:00 sore di terminal 2E. Setelah itu harus menunggu proses baggage sekitar 30 menit (bisa juga lebih). Saat menunggu tas bawaanku yang beratnya bisa mencapai 20 kilo-an itu, aku manfaatkan waktu untuk survey situasi dan atur strategi untuk bisa ngesot dengan cepat dari terminal 2E ke 2F. Bukan apa-apa sih, kalau sampai telat ngacir ke terminal 2F sudah pasti aku tidak akan bisa dapat posisi di depan buat menyambut Morning Musume.
Jadi teringat dengan pengalaman waktu di Anime Expo tempo hari di Los Angeles. Acara menunggu Moring Musume di bandara gue lakoni bareng E3 jauh sebelum Morning Musume datang, sekitar 4 jam sebelum Morning Musume mendarat. Balik lagi soal koper, mungkin memang sedang hoki, tas super gede itu bisa keluar dengan cepat. Yeah akhirnya bisa juga gue meluncur ke 2F.
Tanpa buang waktu aku langsung sprint ke terminal F sambil menyeret-nyeret baggage yang berat ini. Sesampainya di terminal F, aku sempet kaget dan kebingungan. Pasalnya E3 (ini nama julukan buat teman-temanku, yaitu CDevil, Jim, dan Amakza) belum ada di lokasi. Setelah kuperhatikan, di tempat arrival ini ternyata juga ada segerombolan orang yang kalau ditilik dari kaos dan atribut yang mereka pakai itu, menandakan kalau mereka fans Hello! Project. Penasaran aku coba bergerak mendekati mereka, sambil mencoba mencari-cari muka yang penulis kenali. Ternyata di antara mereka ada Manu dan Aikafan dari Jerman. Selanjutnya kumanfaatkan saja sekalian buat berkenalan dengan mereka yang kebanyakan berasal dari Prancis.
Meski tidak sesuai prediksi, ternyata fans yang menunggu kedatangan MM sekitar jam 04:00 masih sedikit. Fuah …. hatiku langsung lega karena dengan begini jadi bisa langsung booking tempat paling depan. Bahagia banget. Akhirnya bisa dapat posisi kira-kira di tengah barikade. Penasaran karena gank E3 belum jelas dimana keberadaannya. Aku coba call mereka lewat hp, ternyata saat ditelepon mereka baru turun dari lantai 2 entah darimana. OMG, perasaanku benar-benr happy! Bisa ketemu lagi dengan teman – teman seperjuangan waktu di Los Angeles setahun yang lalu. It’s too awesome, karena selama ini kami semua cuma bisa berkomunikasi lewat MSN, convo nyaris setiap hari. Tapi meeting them again is like miracle, bisa bertemu lagi dengan teman-teman seperjuangan dari berbagai penjuru bumi, dan tentu saja sepahaman soal Hello! Project. Asal tahu aja ed dari Inggris, Amakza dari Meksiko, dan Jim dari Kanada. Langsung saja kuluapkan kegembiraanku dengan memeluk Amakza -bagiku dia ini sudah berasa big brother-, ed, dan Jim. Semua langsung komentar “It’s f***ing unbelievable that we can meet again” hahahaha! Selesai kangen-kangen kami langsung maju ke barisan depan, wooohooo .. once again we’re on the front spot.
Saat itu juga penulis diperkenalkan dengan satu lagi roommate di hotel tempaat kami menginap nanti. Namanya Catchfivebats (CFB), Aifag dari Indiana dan akan menjadi tour guide selama berada di Prancis; Natsugaya, Prancis asli, socko dan captain fan. Selama menunggu, kami isi dengan mengobrol, yah bisa disebut ‘menjadikan convo msn ke reality’ (sekaligus bulli-bulliannya plus ero-talknya). 1 tahun sudah kami tidak bertemu, dan sepertinya CDevil jadi lebih pendek dari perkiraanku, Amakza yang masih tetap brengsek dan doyan mem-bully, Jim masih seprti dulu, dan tentu saja aku yang selalu jadi sandbag dari kejahilan mereka wekekekekke … very nostalgic. Karena Morning Musume 1 tahun lalu kami bertemu dan bersahabat di LA. Dan karena Morning Musume jugalah kami bisa berkumpul lagi di Paris tahun ini. Kejadian ini mirip seperti yang dinyayikan Morning Musume di c/w single Seishun Collection yang berjudul Tomo. Bisa disebut persahabatan penulis dan teman-teman yang berasal dari berbagai belahan/penjuru dunia ini semacam pembuktian akan lagu Tomo tadi. Bukan hanya sekadar jadi nyanyian dan omong kosong belaka. Saat kami asik mengobrol, teman-teman wota yang berasal dari Jepang datang.
Itu pertanda berarti penerbangan JAL dari Tokyo sudah mendarat, dan juga berarti Morning Musume juga sudah di bandara Charles de Gaulle ini. Sambil menunggu member-member Morning Musume keluar dari Custom, keisengan teman-teman muncul. Setiap kali keluar penumpang berpaspor Jepang dari custom kadang-kadang ada saja yang menyoraki. Cuek sajalah, namanya juga sedang di puncak excitement menyambut idol pujaan datang, bersikap norak dimaklumi hahaha. Untung saja mereka yang disoraki cukup mengerti akan kehebohan kami-kami ini. Ups, saat itu gue melihat cowok gondrong yang dulu sewaktu di Los Angeles sempat menemani Morning Musume, Mr. Takayuki. Secara reflek aku langsung berteriak “It’s them!”, dan teriakan ini langsung menciptakan kehebohan baru hehehe. Karena idol yang kami nanti-nantikan akhirnya keluar juga dari pintu custom.
…. dan … Oh My God! setelah Mr. Takayuki, yang muncul berikutnya adalah Jun Jun. Tidak terlintas kata-kata lain yang bisa kuteriakkan saat itu selain meneriakkan namanya. Sumpah, meski antara Jun Jun dan penulis hanya berjarak tidak lebih dari 2 meter, rasa-rasanya volume teriakanku seperti layaknya memanggil orang yang jaraknya seratus meter jauhnya. Tidak lupa sambil meneriakkan namanya, tanganku terus mengibar-kibarkan handuk fiber Jun Jun yang menjadi salah satu goodies dari konser Nine Smile-nya Morning Musume tahun lalu. Senangnya sambutan dan kehebohan yang kuperbuat ini ternyata menuai reaksi lambaian tangan balik dari Jun Jun. Yeah .. we wave each other! Mata dan perhatianku terus terpaku ke Jun Jun sampai dia menghilang diantara kerumunan penumpang lain yang berasal dari penerbangan yang sama.
Dan seingat penulis setelah Jun Jun, berjalan di belakangnya Aika, disusul Reina yang juga ikut membalas lambaian tanganku. Mohon maaf setelah Reina penulis agak kurang ngeh siapa saja yang berikutnya muncul. Maklum saat itu konsentrasi dan fokus pikiran hanya tertuju ke Jun Jun. Malahan aku baru sadar bahwa saja kamera yang selama ini dibawa belum difungsikan sama sekali. Well, tak apa-apalah yang penting seluruh momen super singkat ini sudah terekam di otak itu sudah cukup.
Bersambung …
* Naskah reportase asli ditulis oleh thonkz, diedit seperlunya oleh shiroukamei
Recent Comments