«

»

Aug
09

Thonkz dan Petualangan Barunya di Paris – Pt.02

Reportase & Kisah Pendek Perjalanan Wota Indonesia di Japan Expo Europe di Paris-Prancis (Bagian 2)

Setelah semua member Morning Musume menghilang dalam kerumuman orang, kami langsung berlari menyusul mereka. Aku dengan baggage seberat 20 kilo tentu saja susah setengah mati mengejar mereka semua. Sesampainya di luar bandara, hampir semua member Morning Musume sudah masuk shuttle. Tinggal sisa Aichan yang baru mau masuk. Disini penulis langsung menyalakan kamera, kemudian aku teriakkan nama Aichan. Dikarenakan shuttle bus yang dipakai jendelanya di-tinted hitam, jadi kami tidak tahu siapa yang duduk di mana, tapi kami tetap meneriakkan nama member-member Morning Musume sambil waving ke arah shuttle tersebut. Mereka jg membalas wave kami dari dalam shuttle. Sayangnya kami tidak bisa melihat muka mereka, damn.

Aku angkat towel JunJun setinggi mungkin, sedangkan di sebelahku ada 1 wota JunJun dari Jepang yang mengenakan boneka pisangnya. We scream JunJun’s name like there is no tomorrow. Kemudian, Frenchmen mulai chant “momusu saikou”. Menurut penulis, chant ini belum pernah terdengar: yang benar harusnya “musume saikou”, sepertinya mereka membuat chant ini sendiri;  jadi ada yang teriak “musume saikou” dan “momusu saikou”. Ketika shuttle tersebut sudah akan keluar dari portal, dengan segenap tenaga, aku tetap meneriakkan nama Jun Jun.

Setelah itu kami masuk kembali ke bandara. E3, CFB, Natsu, Manu, dan wota-wota jepang yang ada disitu langsung planning untuk First Signing session di Fnac Champ Elysees besok. Kami saling menukar info dan kontak. Di sini penulis bertemu lagi dengan seorang kakek-kakek wota sayu yg penulis temui di LA bersama teman-temannya yg lain.

Sesampenya di ETAP hotel di Roissy yang berjarak 30 menit baik dari bandara maupun dari tempat Expo. Hotel ini adalah salah satu hotel officialnya Japan Expo. Yang dibayangkan penulis sebelum masuk kamar adalah hotel mewah yang selevel dengan Grand Wilshire yang merupakan hotel yang penulis tempati di LA. Ternyata kamar tersebut sempit dan tidak ber-AC. Tapi kuterima saja, karena buatku yang lebih penting adalah kebersamaan dengan teman-teman, yang sudah 1 tahunn tidak bertemu. Dan ternyata kamar tersebut tidak sering kami pakai, karena kami lebih sering berada di dalam antrian dibandingkan di dalam kamar. Pembagian kamarnya, 619 CDevil & Jim; 620 Stiff, Amakza, dan CFB. Mereka bilang aku kangen berat sama Amakza, jadi aku dicemplungkan sekamar dengannya, fine! Setelah menaruh koper, ganti baju, memasukkan essential things ke dalam backpack, kami sulap kamarnya jadi wota room lalu serah terima goods. Semuanya terjadi dalam waktu 15 menit.

Setelah itu kami bertujuh, -ditambah manu yang tinggal di Ibis sebelah yang ber-AC- langsung berangkat naik shuttle. Saat menunggu shuttle, penulis melihat penampakan manager Morning Musume yang berambut panjang itu di hotel sebelah, suite hotel. Dia yang saat itu tengah berada di receptionist, langsung kami perhatikan. Tapi kami gak yakin itu dia atau bukan. OMG, are we staying next to our musume!!?? Antara percaya tidak percaya kami meluncur ke bandara. Sebetulnya penulis ingin masuk untuk mengeceknya, tapi berhubung yang lain-lain gak tertarik. Ok lah

Sesampainya di bandara, berkat our French Guide, kami langsung meluncur ke basement terminal 2A, di mana toko bernama “Relay” terletak, di toko inilah kami menggantungkan hidup, our supply depot! Semua langsung mengambil Bottle Water yang paling gede (most essential supply) and cemilan, tam tam (French pancake gitu), Permen, Roti, dan saya sendiri mengambil Onion Chips. Gak lupa kami liat bagian Beer & Wine (selain Amakza, yg lain peminum gila), penulis sendiri sudah ngebet untuk mencoba beer made in Europe & France. Disini terjadi conversation yang menurutku cukup menggelitik.

Stiff: Natsu, can we drink beer in France, like anywhere such as on the street?
Natsu: Sure, why not?
Stiff & CFB: EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE! Are you for real?
Natsu: Of course, France is country of freedom, Can’t you do it in your country?
Stiff & CFB: you’ll get abducted by the police if they see you carrying beer on the street. (jangankan minum, di Amerika kalau kelihatan pegang beer di jalanan aja bakal langsung diciduk & dibui selama beberapa hari oleh aparat)

Setelah itu kami langsung semangat lagi. Gila, bisa minum sambil lenggang di jalanan! Aku ambil beer yang kelihatannya enak, “1069” klo ga salah namanya, sama seperti CFB, yang lain juga mengambil sekaleng. Setelah keluar dari sana kami langsung meluncur ke Steak Restaurant yang bernama “Hippopotamus” yang terletak di lantai atas. Menunya semua ditulis dalam bahasa French. Kami hanya bisa bengong saja melihat menunya. Kami pesannya rada lama, berhubung gak bisa French. Apa yang tertulis di menu saja kami tidak mengerti. Waitressnya sampe kelihatan pissed off gitu, well.. cant be helped I guess. Biar gampang pas order, semuanya minta medium rare. Aku pesan steak & fries + beer, 23 euro totalnya. Soal rasa okelah, steaknya enak plus ada saus aneh, rasanya kok seperti bumbu makanan Indonesia. Sampai-sampai saus teman-teman kuambil juga. Ketika mulai makan, kami cheers pakai gelas wine yang isinya air putih, “for Morning Musume Kanpai!”. Selesai makan, satu hal lagi yang cukup mengagetkan penulis, yaitu kita perlu kasih tips! OMG, penulis bersama CFB langsung ngakak habis-habisan. Maklum soalnya di Amerika, tipping is not something appreciated, tapi lebih ke u have to tips them.

Setelah itu kami berpisah dengan Natsugaya, karena dia harus pulang ke rumahnya. Tak lupa kami titip dia untuk membawakan handuk untuk bekal kami mengantri di jalanan keesokan harinya. Kami berpisah jalan, lalu keluar untuk menunggu shuttle. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, tapi di sini masih lumayan terang, maklum matahari baru mulai tenggelam. Takjub melihatnya. Ketika menunggu shuttle yang datengnya kurang lama itu, kami buka beer kami yang sudah hangat. Mengingat di hotel tidak ada kulkas, jadi lebih baik cepat-cepat dihabiskan. Hot beers.. eeewwww…!

Sesampainya di hotel, sudah pukul 11:30. Karena selama disini penulis belum merasakan tidur secara cukup, paling lama hanya  1 jam. Jadi penulis langsung blek, tidur, topless.. Kecapean.. ngik!~

To Be Continued to day 1 – FNAC Signing War

* Naskah reportase asli ditulis oleh thonkz, diedit seperlunya oleh afa4004

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>